Setiap gw berusaha mencari inspirasi dengan duduk di depan laptop, rasanya susah banget nemu inspirasi. tapi ketika gw berada di suatu keramaian, duduk, bengong selalu aja ada inspirasi untuk nulis sesuatu. Dan gw menemukan inspirasi briliant ketika gw duduk termangu di belakang setir "menikmati" indahnya kemacetan. bahkan ketika gw harus buka kaca dan melakukan aksi "tegur-sapa" dengan supir angkot/metromini gw bisa menjadikannya sebuah cerita sebanyak 3 paragraf. Banyak orang yang berpendapat kalo "a real writter doesn't need inspirations. it just pop-up to your mind when you want it to write". Hm.. gw setuju kok kalo ada yg bilang inspirasi itu bisa dateng dimana aja dan kapan aja. KAPAN AJA itu bukan berarti SELALU ADA kan?
Buktinya di Thailand aja ada sebuah hotel yang emang khusus digunakan para penulis untuk mencari inspirasi (Sayangnya gw lupa apa nama hotelnya berkat short term memory-loss gw). Beberapa penulis terkenal dari tahun 60an pernah berkunjung ke hotel itu untuk mencari inspirasi. Yang mana beberapa dari mereka namanya dijadikan sebagai nama kamar. Di dalam kamar tersebut tersedia satu lemari besar berisi buku-buku atau novel karya penulis-penulis besar. Belum lagi pemandangan dan services hotel yang homie diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para penulis. Bahkan ada seorang penulis (sekali lagi gw lupa siapa nama orangnya, kalo ga salah ada montgomery nya) yang mendeskripsikan hotel tersebut baik secara arsitektural bangunan dan juga para pegawai hotel ke dalam karya thriller non-fictionnya. Teh sore yang disajikan oleh pihak hotel pun diakui sebagai teh melati yang paling enak (enakan mana sama teh melati sariwangi?halah huehue). Rate hotelnya juga bukan main harganya. sekitar US$3000-US$5000 untuk kamar ala penulis berukuran standart. wuhh.. lumayan juga tuh kalo di rupiahin, berarti sekitar Rp 28 juta-Rp 47 juta sehari.
Kalo ngomongin hotel yang punya nuansa homie, jadi inget sama Hotel Tugu Malang. Beberapa artis mancanegara pernah melabuhkan dirinya sesaat disana. Bryan Adams pernah juga nginep disana dan mengakui kenyamanan hotel tersebut. Pastinya ngga semahal hotel di Thailand itu sih. tapi pelayanan, suasana hotel tersebut juga sangat mendukung kok untuk mencari inspirasi buat nulis. Nggak kalah lah sama Thailand punya hehehe.Kalau lo tipe orang yang pengen nyari tempat inspiratif hotel tugu bisa dijadiin referensi kok
well balik ke bahasan semula bahwasanya memang dibutuhkan "pendukung mood" untuk menciptakan sebuah tulisan yang kreatif dan imajinatif bukan sekedar tulisan asal ketik. Seperti pengalaman gw tadi yang pasti sering dialami beberapa orang, Disaat kita lagi nyetir dan terjebak macet pasti kita memperhatikan hal-hal yang terjadi di jalanan. langsung kita asik berasumsi dengan pikiran kita dan merasa tertarik untuk menuangkannya menjadi suatu tulisan. Atau bisa juga mencontoh ide penulis-penulis besar seperti montgomery who (maaf yaa tapi beneran lupa namanya siapa) dengan mengasingkan diri ke suatu tempat dengan nuansa yang berbeda. Yaah setiap orang kan punya caranya masing-masing untuk mencari ide. So what kind of writer are you?
0 komentar:
Post a Comment